Orang-Orang yang Membunuh Tuhan

0
574

Tuhan kau jadikan objek pelarian terakhirmu, bukan tempat perlindungan. Engkau mendatangi-Nya ketika dalam keadaan sempit, lalu mencampakkan-Nya ketika sedang merasa lapang. Engkau seolah sangat jauh dari-Nya ketika dalam kesulitan, lalu bersujud dengan serendah-rendahnya. Namun ketika keluar dari masalah, engkau berlari meninggalkan tempat sujudmu.

Jangan mengejar Tuhan ketika engkau sedang kesusahan, sebab engkau akan semakin jauh dari-Nya. Jangan pula mencari Tuhan apalagi bertanya dimana keberadaan-Nya. Sebab engkau takkan pernah menemukan tempat-Nya, semakin engkau bertanya dimana Tuhan maka semakin jauh engkau dari-Nya.

Jangan pula menunggu-Nya karena Tuhan takkan pernah datang, Dia tak pernah beranjak dan engkaulah yang sering meninggalkan-Nya. Cahaya Ketuhanan ada dalam setiap jiwa manusia, namun sering kali kita sendiri yang meredupkan cahaya itu. Hidupkanlah Tuhan dalam batinmu, ingatlah selalu nama-Nya. Dan berhentilah mencari apalagi mengejar, sebab Tuhan tak pernah pergi. Dia ada sebelum semesta ini ada.

Agama memerintahkan kita untuk tidak berbuat dosa, namun berapa banyak dosa yang lahir atas nama agama. Agama memerintahkan untuk menciptakan perdamaian, namun berapa darah yang menetes atas nama perdamaian. Dalam kitab suci dituliskan bahwa semua manusia sama di hadapan Tuhan, lalu mengapa ada manusia yang menganggap dirinya suci dan yang lain kotor. Katanya agama juga untuk orang miskin, lalu mengapa banyak orang yang kaya karena berdagang agama.

Engkau marah bila kubilang bahwa ‘agama adalah candu’ namun nyatanya kau pungut imanmu hanya ketika sedang banyak masalah. Dan meninggalkannya ketika sedang bersenang hati. Lalu apa bedanya dengan pemabuk yang meneguk alkohol sebagai jalan lari dari masalah. Apakah agama hanya obat penenang semata, sebatas pelarian dari masalah.

Engkau marah bila kubilang bahwa ‘agama adalah racun’ namun nyatanya engkau membisikkan fitnah atas nama agama. Engkau membunuh atas nama agama, engkau menghakimi atas nama keadilan, engkau nyakiti atas nama kemanusia. Ah kau bukan orang berimana, hanya seorang pengecut yang bersembunyi di balik jubah keagamaan. Imanmu hanya sebatas keramaian, ketika sendiri engkau kembali melupakan iman. Agamamu sebatas jubah yang kau kenakan, tidak sampai pada batin yang palung.

Orang-orang yang membunuh Tuhan, menjual simbol agama untuk urusan duniawi. Mengutip dalil kitab suci untuk membenarkan kekejian. Orang-orang yang beragama dengan rasa marah, mengajak ke surga dengan jalan pemaksaan bahkan berujung kekerasan. Kemanakah agama cinta kasih seperti yang dijanjikan Tuhan dalam kitab suci, seperti yang dirisalahkan Rasul penutup zaman. Banyak orang yang telah membunuh Tuhan dalam batinya, dan mungkin kita salah satunya. (nakal boleh tolol jangan)

Ahmad Rais Habib S

Berikan Pandanganmu...