Kobe Tak Pernah Mati, Ia Hidup di Hati Setiap Orang

0
123

Oleh: Haruma

Kematianyang tiba-tiba itu membuat semua orang terhenyak. Seluruh media di dunia memberitakan adanya kecelakaan helikopter yang menimpa seseorang. Tentu bukan orang biasa, ia teristimewa. Yaa, Kobe Bryant. Ia yang menjuluki dirinya sebagai “Black Mamba”.

Siapa sih yang tidak mengenal sosok ini? Seorang pebasket yang menjadi icon dari NBA dan Los Angeles Lakers, ia menjadi inspirasi bagi siapapun di dunia bola basket. Kobe lahir di Philadelphia, Amerika Serikat, 23 Agustus 1978 dan meninggal pada 26 Januari 2020. Ia pertama kali masuk ke dalam dunia basket internasional—National Basketball Association (NBA)—pada umur 18 tahun, tepat setelah lulus dari SMA. Ia bermain untuk tim L.A Lakers selama 20 tahun dan mengakhiri karirnya pada 2016 silam di umurnya yang ke-38.

Dalam dunia bola basket, ia termasuk salah satu pemain yang paling bersinar dalam sejarah. Ia menorehkan banyak catatan baik ketika berkarir dengan L.A Lakers selama kurun waktu 20 tahun. Ini nih teman-teman, penulis paparkan beberapa prestasi gemilang yang pernah dicatat oleh Kobe. Ia terhitung lima kali berhasil membersamai L.A Lakers menjuarai NBA, yaitu pada tahun 2000. 2001, 2002, 2009, dan 2010. Tiga gelar pertamanya ia peroleh bersama seorang pemain legendaris NBA, Shaquille O’Neal. Meski tak lagi bermain dengan O’Neal, ia masih menjadi pemain yang tetap bersinar. Buktinya nih, ia juga dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) di musim regular pada tahun 2007-2008 dan juga pada laga final tahun 2009 dan 2010 (dilansir dari Al-Jazeera). Ia juga tercatat dalam catatan sejarah sebagai salah satu pemain dengan torehan poin terbanyak di NBA di antara empat, bersama Kareem Abdul-Jabbar, Karl Malone, dan LeBron James, dan masih banyak lagi yangbelum bisa disebutkan.

Kematian ini tentu sangat mengagetkan semua orang. Terpenting lagi, meninggalkan banyak kenangan pada mereka yang pernah merasakan kehadiran Kobe dalam kehidupan mereka. Salah satu yang menarik adalah pernyataan dari LeBorn James tentang kesannya terhadap Kobe. Dilansir dari NBA.com pada Sabtu malam (25/01/20), James mengatakan bahwa Kobe tidak memiliki cacat (zero flaws) dalam permainannya. “Tidak ada. Kau coba halangi, dia akan mencetak tiga poin, kau tahan tubuhnya, seketika ia bisa lolos melewatimu. Dia juga sanggup memasukkan bola dari tengah lapangan. Dia pasti bisa menaklukkan free throws. Ia bagai seorang immortal karena skill menyerangnya dan etika bermainnya” kata James. Kesan semacam ini yang mungkin menjadi alasan kenapa ia dijuluki sebagai Black Mamba, seekor ular yang memiliki akurasi 99 persen dan membunuh mangsanya dengan seketika.

Nah, demikianlah kematian, ia tak pernah dapat diprediksi kehadirannya. Kematian bukan hanya sekedar tentang duka dan cita yang mesti menggelayut dalam setiap dimensinya. Begitu juga dengan kematian Kobe, ia tidak hanya sekedar untuk mendapat empati dan simpati dari masyaraka dunia. Namun lebih dari itu, ia mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, justru ia adalah awal dari sebuah perjalanan yang sebenarnya. Setiap langkah yang dibuatnya sebenarnya adalah bekal untuk melanjutkan perjalanan menuju keabadian. Setiap langkah yang dibuatnya meninggalkan jejak yang selalu berbekas dan tak mungkin terhapus. Setiap langkah yang dibuatnya meninggalkan benih-benih yang akan tumbuh bersama mereka yang masih hidup di dunia.

Bagi kita, Kobe belumlah mati. Ia hidup dalam setiap jejak, kesan, dan kenangan yang ada dalam hati setiap orang. Tidak hanya terhadap mereka yang mengenal dunia basket. Kamera sejarah akan merekam setiap langkah dan jejaknya, dan akan tercatat oleh tinta emas yang takkkan lekang oleh panas dan hujan. Selamat jalan Kobe, semoga perjalananmu senantiasa aman menuju keabadian.

Berikan Pandanganmu...