Nenek Sarumpaet, Termasuk Cebong Atau Kampret???

0
727

Gelombang tsunami plastik yang berhasil memakan korban bukan hanya rakyat biasa, namun juga sederet tokoh nasional. Dari Hanum Rais, Fadli Zon hingga Prabowo-Sandi, harus menanggung malu karena ditipu oleh seorang nenek-nenek. Permintaan maaf kubu Prabowo takkan mampu mengembalikan martabat sang mantan jendral dalam waktu dekat. Sementara lawan tengah bergerilia di reruntuhan tsunami Palu.

Drama tsunami bedah plastik memang tak sesempurna drama benjol bakpao. Sebab jam terbang nenek Sarumpaet belum sebanding dengan papa Novanto. Mungkin sang nenek harus berguru ke lapas sukamiskin.

Sang ratu hoax kini tengah menjadi sorotan, publik tak menyangka tingkah konyol dan menggelikan itu lahir dari wanita usia lanjut. Pepatah memang benar, “agar laki-laki jangan cepat percaya dengan air mata wanita” kalau tidak ingin menyesal di hari kemudian. Kejantanan sang jendral harus luntur dipermalukan pendukung sendiri, tsunami plastik telah meluluhlantahkannya hari ini.

Tsunami Palu jelas berbeda dengan tsunami hoax, meski negara yang dipipin Jokowi diobrak-abrik oleh bencana. Namanya justru makin mencor, simpati masyarakat jelas meningkat melihat foto dan video beredar sang presiden berbaur para korban. Terlepas itu pencitraan atau tulus dari batin presiden, yang pasti tsunami Palu sukses menyita simpati.

Ratna Sarumpaet, apakah dia cebong atau kampret?? Itulah pertanyaan yang muncul di kepala saya. Sebab skandal bedah plastik itu terlihat sangat tidak wajar bahkan cenderung konyol. Sarumpaet memang dikenal sebagai juru bicara kampanye Prabowo-Sandi, namun tindakannya justru merugikan kubu tersebut.

Jika hoax ini racikan kubu Prabowo, maka kurang masuk akal jika seorang jendral ahli taktik berbuat begitu konyol. Namun jika Sarumpaet adalah orang Jokowi yang berpura-pura mendukung prabowo, maka ini juga janggal. Apakah iya seorang jendral terkecoh begitu mudah???

Ah dunia politik memang begitu, penuh pengkhianatan dan siasat busuk. Antara kawan dan lawan hanya berdasarkan kepentingan. Soal Ratna biarlah menjadi pelajaran bukan hnya bagi Prabowo CS tapi bagi kita semua. Bahwa jangan terlalu mudah percaya pada air mata wanita, hehehe. Pepatah memang benar, bahwa harta, tahta dan Sarumpaet dapat menyebabkan lelaki tergelincir. (nakal boleh tolol jangan)

Ahmad Rais Habib

Salam redaksi. Kirimkan tulisan anda ke redaksi@pelatar.com

Berikan Pandanganmu...