Yang Akan Terjadi Bila Harga Rokok Naik

0
228

Rokok sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagain orang, terutama bagi pecandu tembakau itu sendiri. Namun rokok dianggap sebagai sumber penyakit oleh cewek-cewek fakultas kedokteran. Bagi negera sendiri, rokok adalah penumbang pajak yang besar. Ada pula yang menganggap bahwa rokok termasuk barang haram dengan kacamata agama.

Rokok dibenci namun dibutuhkan, sumbangsi produk tembakau ini begitu banyak. Banyangkan jika negara tiba-tiba melarang rokok beredar di bumi nusantara ini. Apa yang akan terjadi? Tentu banyak orang yang kehilangan lapangan pekerjaan. Terutama adalah para petani tembakau dan buruh pabrik rokok, serta petani cengkeh perlahan jatuh miskin. Belum lagi negara akan kehilangan pendapatan negara ratusan triliun.

Kabar mengejutkan datang dari berbagai media mainstrean bahwa tarif cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 23% dan harga jual ecerah (HJE) sebesar 35%. Ini memang bukan kali pertama harga rokok naik, namun dengan semakin bertambah besarnya cukai rokok maka semakin mahal juga rokok yang beredar di pasaran.

Hal ini akan disambut gembira oleh cewek-cewek anti rokok yang mengharapkan calon suami bukan pecandu tembakau. Karena sebagian orang menganggap bahwa harga rokok yang mahal akan membuat perokok ramai-ramai berhenti melakukan ritual hisap bersebut. Namun apakah benar bahwa para perokok akan menjadi jera ketika tak mampu membeli rokok? Mari kita bahas dampak yang mungkin terjadi jika rokok menjadi mahal.

  1. Ketika seorang cewek berjalan-jalan di pusat perbelanjaan dan tak sengaja melihat baju atau pakaian dalam lucu-lucu yang lagi diskon. Pasti batinnya akan tergugah ingin membeli karena persoalan harga menjadi penting. Namun tidak dengan laki-laki, harga adalah nomor dua bahkan tiga setelah kepuasan (nilai) dari produk tersebut. Nah di dalam pelajaran ekonomi, kebutuhan primer (utama) tidak pernah menempatkan rokok sebagai salah satunya. Padahal bagi perokok, rokok itu sendiri sudah menjadi kebutuhan primer karena mereka akan kesulitan jika tidak merokok. Selain itu, rokok adalah jenis produk candu yang membuat ketagihan. Jika kita membandingkan produk candu lainnya, misalkan obat-obatan terlarang yang harganya cukup mahal. Seorang penikmat candu akan mengupayakan dapat memenuhi kebutuhan tersebut bagaimanapun caranya. Dengan mengurangi jatah makan istri, bekerja lebih keras atau meminta rokok teman.
  2. Ketika nongkrong, korek akan lebih banyak dibandingkan rokok. Bagi orang yang suka nongkrong, pemandangan meja penuh dengan bungkus rokok menjadi sesuatu yang biasa. Jumlah bungkus rokok lebih dibandingkan jumlah korek yang berada di meja, karena tidak semua orang punya korek. Namun jika rokok benar-benar naik, maka bisa dipastikan ketika nongkong jumlah korek akan mendominasi di atas meja dibandingkan rokok. Karena para perokok mulai berhemat dan menghindari teman yang suka minta rokok. Alhasil hanya perokok tajir saja yang akan membiarkan rokoknya berada di atas meja, membiarkan mata para perokok fakir menggeliat ingin meminta.
  3. Jatah bulanan anak dan istri akan berkurang. Ini dampak yang mungkin diderita oleh perokok yang sudah berkeluarga. Bukan tidak mungkin, seseorang akan mengurangi uang bulanan keluarganya untuk dapat mencukupi kebutuhan rokoknya. Buktinya beberapa tahun terakhir ini harga rokok terus mengalami kenaikan harga, namun jumlah perokok bukannya berkurang. Artinya harga tidak cukup signifikan memepengaruhi jumlah perokok.
  4. Munculnya Gerakan Prokok Tobat. Dengan masifnya propaganda media sosial, dapat dipastikan akan ada gerakan dimana-mana yang mencoba membuat insyaf para perokok. Entah apapun namanya, namun akan banyak seminar-seminar yang mengabarkan bahaya rokok bagi kesehatan dan keuangan.
  5. Perokok benar-benar tobat. Akan ada orang yang benar-benar berhenti merokok karena sadar bahwa rokok bukan barang yang murah dan sehat. Namun jumlahnya tidaklah banyak dan tidak mempengarhi total jumlah perokok. Karena setiap ada seseorang yang berhenti merokok, ada ratusan perokok-perokok baru yang siap melanjutkan tradisi menghisap.

Sekian dulu lah tulisan tentang rokok kali ini. Apapun itu, merokok memang tidak menyehatkan bagi kesehatan badan maupun dompet anda. Namun jika terus ingin merokok, ya silahkan saja. Toh negara butuh pajak rokok untuk menutupi hutang pembangunan infrastruktur dan melunasi tunggakan BPJS. Namun tetap jadi perokok yang santuy dan tau aturan. Dilarang merokok di atas motor karena dapat mengganggu pengendara lain. Dan dilarang meminta rokok teman, karena dapat mengganggu persahabatan anda. (Nakal boleh tolol jangan)

Kumbang Kidal (ARH)

Gambar: themarysue.com

Berikan Pandanganmu...